PT. MITRA INTEGRASI INFORMATIKA

( METRODATA GROUP )

One Stop Solution for your IT need ( Hardware, Software, Training and Business Solution )

Contact : Ahmad Chairuddin, Telp : 021 - 5754871 / 0856 8877133 / 08174 999642, e-mail : ahmad.chairuddin@metrodata.co.id

Senin, Januari 14, 2008

Saranacentral Bajatama, Meningkatkan Penjualan dan Efisiensi dengan SAP R/3

Dengan SAP R/3, Saranacentral Bajatama (SB) berhasil mengoptimalkan kapasitas produksi, merencanakan persediaan lebih baik, daya tanggap terhadap para pelanggan lebih cepat dan akurat.

Berani berubah adalah prinsip yang diterapkan oleh Taufik Surya, Chief of Information Officer (CIO) Saranacentral Bajatama. Begitu bergabung dengan SB pada Mei 2003 dan melakukan kajian selama dua bulan penuh, mengambil keputusan untuk mengganti aplikasi ERP perusahaannya dengan yang baru.

Aplikasi ERP yang lama menurut Taufik tidak berhasil menciptakan otomatisasi dan integrasi data yang optimal untuk perusahaannya yang bergerak di bidang produksi lembaran/gulungan baja berlapis seng (galvanized steel sheet). Apalagi kinerja dan support implementator aplikasi ERP yang lama juga tak terlalu bagus. “Malah nyaris tak terdengar lagi kiprahnya,” tutur Taufik.

Proses pemilihan aplikasi ERP baru dimulai dengan survey memilih aplikasi ERP yang ada di pasar dan diputuskan 4 calon ERP yang akan diseleksi lebih lanjut. Alternatif membuat sendiri aplikasi ERP bukanlah pilihan yang menarik, selain tingkat kesulitan yang tinggi dan butuh sumber daya yang tinggi, juga pengelolaan dalam jangka panjang tidak efisien. Kriteria utama dalam pemilihan aplikasi ERP tersebut adalah reputasi dari vendor aplikasi itu sendiri karena menyangkut visi aplikasi itu ke depan. Selain itu, kelengkapan fungsi yang dibutuhkan SB, biaya investasi termasuk implementasinya, serta support turut menentukan pemilihan akhir. Dari hasil evaluasi, management SB memutuskan untuk menggunakan SAP R/3.

Proses pemilihan implementor juga cukup sulit, selain karena implementor di industri manufaktur belum banyak, apalagi di small & medium business industri baja . Referensi pelanggan yang sukses, support yang bagus, dan biaya implementasi yang kompetitif menjadikan METRODATA terpilih sebagai implementor SAP di SB. SB percaya bahwa METRODATA punya segudang pengalaman implementasi, didukung oleh para consultantnya yang profesional dan bersertifikasi. Implementasi dimulai sejak akhir Juni 2003 sampai Desember 2003, dan sejak Januari 2004 selama 2 bulan METRODATA mendampingi SB dalam masa transisi penggunaan SAP menggantikan aplikasi ERP yang lama.

Meski SB harus merelakan investasi Rp 1,5 - 2 miliar untuk mengimplementasi SAP, hasilnya ternyata menggembirakan. Yang pasti angka penjualan SB meningkat 15-20% di tahun pertama setelah implementasi sistem baru. Padahal tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan penjualan sempat stagnan.

Peningkatan bisa dicapai karena sistem baru yang diterapkan di SB oleh METRODATA itu mampu mempermudah proses kerja di berbagai lini perusahaan. Di bagian penjualan misalnya, berkat terintegrasinya data, para wiraniaga bisa tahu posisi persediaan stok di pabrik beserta pola-pola ordernya. “Kami tahu pola dan tren kebutuhan konsumen sehingga memudahkan pengambilan keputusan produksi sekaligus mengoptimalkan kapasitas mesin. Customer relationship bisa dibangun lebih baik," tutur Taufik. Asal tahu saja pelanggan SB amat beragam. Mulai dari toko besi, industri otomotif misalnya untuk bahan knalpot, bodi mobil, juga untuk kebutuhan proyek apartemen, perkantoran dan pusat perbelanjaan (mall).

Bagian produksi pun menikmati manfaat setimpal. Kini proses perputaran bahan baku di pabrik dan masa kerja mesin lebih gampang dikalkulasi. Umpamanya bila mesin bekerja tiga shift dan dihidupkan selama 24 jam, bisa dihitung berapa tingkat produktivitas per jamnya dengan mudah. Dengan begitu, manajemen bisa tahu berapa kapasitas produksi mesin paling maksimal dalam jangka tertentu. Ini penting terutama untuk menentukan kemampuan memenuhi order sesuai kebutuhan pasokan bahan baku dalam jangka tertentu.

Manfaat dirasakan pula oleh bagian akunting. Dengan SAP, menentukan harga jual produk dan margin keuntungan menjadi lebih mudah. Juga menentukan harga jual produk dari order yang betul-betul baru. Dengan SAP, data item master-nya (data dasar) sudah ada di dalam sistem sehingga SB bisa melakukan simulasi produk dan harganya dengan cepat. "Sekarang tinggal memasukkan angka-angka spesifikasi aktualnya, sedangkan struktur cost-nya sudah masuk dalam sistem,” kata Taufik.

Kini sistem antar bagian di SB terintegrasi penuh, termasuk antara kantor pusat di Jakarta dengan pabrik di Karawang. Biaya telepon dan faksimili antara kantor pusat, pabrik dan pelanggan, bisa dihemat. Proses kerja manual tergantikan oleh sistem ERP.

Dengan menggunakan SAP R/3, Taufik sudah berani melakukan perubahan dalam SB, bagaimana dengan perusahaan Anda?

Tidak ada komentar: